Sabtu, 08 Maret 2014

Paus Francis boleh jadi lebih terbuka perihal gay. Paus ini tercatat pernah berkata bahwa dia sebagai Paus tak punya hak untuk menghakimi gay. Dia juga tercatat berkata bahwa ateis bisa masuk surga asal dia orang baik. Kini beredar kabar bahwa Paus Francis akan terbang ke Uganda, negara homofobik, dalam rangka menghormati beberapa santo yg dimartir karena menolak GAY SEKS! Meski PM Amama Mbabazi sudah mengkonfirmasi bahwa Paus akan berkunjung, Vatican belum berkomentar.
King Mwanga II had gay sex with his servants, and the ones who refused were made into martyrs.
Raja GAY dari Afrika - Mwanga II
Sesungguhnya, sejarah homoseks sudah berakar sejak lama di benua hitam itu krn gay itu alami dan tidak mengenal ras, agama, negara, dll. Gay seks sudah menjadi ritual kedewasaan dalam berbagai suku pedalaman. Bahkan dipercaya jika seorang abg meminum sperma tetua, dia akan beroleh kebijaksaan & kedewasaan. Tapi sejak Kristen menyebar di sana, orang Afrika modern menuduh gay seks adalah budaya barat.

Tapi fakta sejarah lagi-lagi berhasil mematahkan hasutan agama dan mengungkap kebenaran. Sejarah mencatat bahwa dari th 1885 - 1887, ada beberapa pria Afrika yg dihukum mati oleh Raja Mwanga II dari kerajaan Bugunda. Alasannya? Karena pria-pria itu menolak berhubungan HOMOSEKS dengan sang RAJA GAY!!! Tuduhan bahwa homoseks adalah penyakit barat terbantahkan dengan fakta sejarah bahwa kolonial Inggris baru menjejakkan kaki di negara itu pada th 1894!!!


Peneliti Ambrose Mukasa berkata, "Ada dokumentasinya bahwa Raja Mwanga II punya banyak pemuda simpanan di istana dan dia sering menyodomi mereka. Saat misionaris menyebar agama Kristen, beberapa pemuda dibaptis dan diajari bahaya homoseks. Mereka lalu menolak memberikan kenikmatan homoseks pad asang raja."

Mwanga II dikabarkan sangat marah dan sters berat. Dia heran kenapa para pemuda simpanannya mendadak menolak berhubungan badan. Selidik punya selidik, dia berhasil mengetahui biangnya dan sempat bersitegang dengan para misionaris Kristen. Puncak ketegangan itu ebrakhir dengan pembantaian berdarah pada pemuda yg berani menolak hasrat seksualnya. Di mata para pemeluk Katolik anti-gay, para pemuda yg dibantai oleh raja homoseks itu adalah martir yg pantas diagungkan karena mereka lebih memilih mati daripada merangkul nikmat homoseks bersama sang raja.

Seorang aktivis gay Junior Mayema MENYINDIR: "Ironis sekali. Para martir dibunuh karena menolak hubungan homoseks dengan raja Bugandan. Fakta ini menampar muka kaum beragama bahwa homoseks itu bukan tradisi Afrika."

Sebagai info tambahan, para martir itu sudha diangkat menjadi santo oleh Paus Paulus VI pada th 1964.

Mati Martir Karena Tolak Gay Seks

  • Uploaded by: Video Gay
  • Views:
  • Share

    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    Copyright © Download Video Bokep Gay | Designed by Video Bokep Gay