| Raja GAY dari Afrika - Mwanga II |
Tapi fakta sejarah lagi-lagi berhasil mematahkan hasutan agama dan mengungkap kebenaran. Sejarah mencatat bahwa dari th 1885 - 1887, ada beberapa pria Afrika yg dihukum mati oleh Raja Mwanga II dari kerajaan Bugunda. Alasannya? Karena pria-pria itu menolak berhubungan HOMOSEKS dengan sang RAJA GAY!!! Tuduhan bahwa homoseks adalah penyakit barat terbantahkan dengan fakta sejarah bahwa kolonial Inggris baru menjejakkan kaki di negara itu pada th 1894!!!
Peneliti Ambrose Mukasa berkata, "Ada dokumentasinya bahwa Raja Mwanga II punya banyak pemuda simpanan di istana dan dia sering menyodomi mereka. Saat misionaris menyebar agama Kristen, beberapa pemuda dibaptis dan diajari bahaya homoseks. Mereka lalu menolak memberikan kenikmatan homoseks pad asang raja."
Mwanga II dikabarkan sangat marah dan sters berat. Dia heran kenapa para pemuda simpanannya mendadak menolak berhubungan badan. Selidik punya selidik, dia berhasil mengetahui biangnya dan sempat bersitegang dengan para misionaris Kristen. Puncak ketegangan itu ebrakhir dengan pembantaian berdarah pada pemuda yg berani menolak hasrat seksualnya. Di mata para pemeluk Katolik anti-gay, para pemuda yg dibantai oleh raja homoseks itu adalah martir yg pantas diagungkan karena mereka lebih memilih mati daripada merangkul nikmat homoseks bersama sang raja.
Seorang aktivis gay Junior Mayema MENYINDIR: "Ironis sekali. Para martir dibunuh karena menolak hubungan homoseks dengan raja Bugandan. Fakta ini menampar muka kaum beragama bahwa homoseks itu bukan tradisi Afrika."
Sebagai info tambahan, para martir itu sudha diangkat menjadi santo oleh Paus Paulus VI pada th 1964.
Mati Martir Karena Tolak Gay Seks
Views:
0 komentar:
Posting Komentar