


I, I who have nothing
I, I who have no one
Adore you, and want you so
I'm just a no one,
With nothing to give you but, oh...
I love you
He, he buys you diamonds
Bright, sparkling diamonds
But believe me, dear when I say,
That he can give you the world,
But he'll never love you the way...
I love you
He can take you anyplace he wants
To fancy clubs and restaurants
Where I can only watch you with
My nose pressed up against the window pane
I, I who have nothing
I, I who have no one
Must watch you, go dancing by
Wrapped in the arms of somebody else
When darling it's I
Who loves you...
I love you...
I love you...
I love you...
Itu adalah lirik lagu berjudul "I Who Have Nothing" yang penuh luapan emosi dan pernah dipopulerkan oleh Tom Jones dan Shirley Bassey, bahkan Jordin Sparks menyanyikannya dengan sangat menawan di babak 11 besar American Idol 2007. Tak pelak, Simon Cowell sampai mengatakan, "Serasa saya ingin melompat dari atas jembatan, karena lagu itu sangat menyedihkan..."
Pernahkah anda membayangkan atau bahkan mengalami, kekasih anda berpaling pada orang lain karena faktor harta dan materi yang tidak mampu anda berikan padanya? Pasti itu akan sangat menyakitkan bagi anda. Hal itu akan terasa lebih menyakitkan bila sebenarnya anda sudah bisa memanjakannya dengan materi yang ada pada anda, tetapi karena sifat manusia yang tamak, kekasih anda menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi...
Masih adakah cinta murni (true love) atau cinta tanpa syarat (unconditional love) di zaman yang materialistik dan hedonistik ini? Akankah anda menderita karena kekasih anda berpaling pada orang lain? Akankah anda menghiba mengharapkan kesetiaannya? (lihat ilustrasi gambar di atas)
Penulis Harold W.Becker mendefinisikan 'Unconditional Love' sebagai 'an unlimited way of being'. Kekuatan terbesar yang mungkin ada pada manusia adalah mencintai tanpa syarat. Beberapa penulis lainnya membedakan antara cinta bersyarat dan cinta tanpa syarat. Pada cinta bersyarat, cinta 'didapatkan' berdasarkan kondisi-kondisi sadar maupun tidak sadar yang dapat dipenuhi oleh sang kekasih. Sedangkan pada cinta tanpa syarat, cinta 'diberikan secara cuma-cuma' pada orang yang dicintainya tanpa memandang kondisi apapun. Cinta bersyarat juga meminta imbalan dan bersifat terbatas, sedangkan cinta tanpa syarat diyakini tak terbatas dan tidak bisa diukur. Cinta tak bersyarat harus dibedakan dengan pengabdian (dedikasi) tak bersyarat. Pengabdian tak bersyarat lebih merupakan tindakan atas kemauan diri sendiri dengan mengenyampingkan perasaan pribadinya (misalnya seseorang yang memutuskan untuk menjaga dan merawat orang yang sakit).
David Schnarch - seorang ahli psikoterapi, membuat perbandingan antara cinta tanpa bersyarat dan cinta bersyarat di dalam ikatan pernikahan. Menurut pemahamannya, di dalam suatu hubungan yang berkomitmen memerlukan berbagai syarat. Schnarch tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa cinta tanpa syarat sesungguhnya adalah cinta murni (true love) di dalam hubungan berkomitmen. Dia mengemukakan contoh adanya bentuk 'cinta yang bertumbuh' antara sepasang kekasih karena interaksi langsung dengan berbagai syarat antara keduanya. Ini berbeda dari bentuk cinta yang lebih konvensional, yaitu orang 'jatuh cinta' tanpa syarat.
'Cinta murni' (true love) belum mempunyai definisi yang disepakati secara universal. Dalam kaitan dengan hal ini, sangat menarik menyimak pernyataan dari Lady Heather Mills atas tuduhan bahwa dia adalah seorang "pengeruk kekayaan" (gold-digger) saat menikahi mantan anggota Beatles Sir Paul McCartney. Mills mengatakan bahwa dirinya "jatuh cinta dengan tanpa memandang siapa McCartney", seraya memamerkan pekerjaan-pekerjaan amal sosialnya.
Cinta kasih tanpa syarat juga sering diambil sebagai gambaran cinta Tuhan pada umat manusia. Pada ibadah homily di San Fransisco pada bulan September 1987, Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa Tuhan "mencintai kita semua dengan cinta yang tak bersyarat dan tak berkesudahan." Pejuang persamaan hak asasi manusia, Marthin Luther King Jr. juga pernah menyatakan "I believe that unarmed truth and unconditional love will have the final word in reality."
Harta (baca: syarat) dan cinta.....apakah dua hal itu memiliki korelasi menurut anda?
"Kita hanya manusia biasa, bukan Tuhan"...itukah alasan pembenaran anda ketika anda tidak bisa mencintai kekasih anda tanpa syarat?
See and feel the pain inside the song "I Who Have Nothing"....
I Who Have Nothing (The Unconditional Love)
Views:
Category:
0 komentar:
Posting Komentar